PROFILE
Rapper Family, atau yang lebih dikenal juga dengan Rappfamz (RF), adalah
sebuah kolektif Hip-Hop yang lahir dari semangat persaudaraan di kawasan
Perumnas, Kota Ende. Nama “Rappublick Perumnas Family” merepresentasikan
sebuah keluarga besar yang tumbuh dari
jalanan, suara, dan realita kehidupan sehari-hari.
Didirikan pada Maret 2006, RF awalnya terbentuk dari formasi
sederhana: 4 Rapper dan 2 Beatmaker. Namun energi dan visi yang kuat
menarik banyak talenta lain untuk bergabung. Dari situlah RF berkembang menjadi
sebuah komunitas dengan identitas yang solid, dan dikenal sebagai pelopor
komunitas Rap & Hip-Hop pertama di Kota Ende.
Tidak hanya berfokus pada Rap, RF juga menjadi rumah bagi berbagai
elemen Hip-Hop, mulai dari Breaker (B-boy), Bomber (Street Artist),
Graffiti Writer, hingga DJ Hip-Hop, menjadikan komunitas ini sebagai
representasi kultur Hip-Hop yang utuh.
Secara musikal, RF mengusung karakter kuat dengan pengaruh utama
pada Hardcore Rap dan Oldschool Hip-Hop, menghadirkan sound yang
raw, jujur, dan penuh energi. Namun di balik nuansa urban tersebut, RF juga
membawa semangat untuk tetap menjaga identitas daerah dan akar budaya lokal.
Rapper Family memiliki kepedulian besar terhadap budaya lokal,
khususnya budaya Flores dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Melalui musik, visual,
hingga aktivitas komunitas, RF berusaha mengangkat nilai-nilai lokal seperti
bahasa daerah, kehidupan masyarakat, adat istiadat, semangat gotong royong,
serta kekayaan budaya Flores agar tetap hidup dan dikenal oleh generasi muda.
RF percaya bahwa Hip-Hop bukan hanya budaya modern, tetapi juga media untuk
menjaga identitas dan menyuarakan realita daerah sendiri.
Dalam beberapa karya dan penampilan, RF kerap menggabungkan unsur
lokal Ende dan Flores ke dalam lirik, gaya visual, maupun pesan sosial yang
disampaikan. Hal ini menjadi bentuk penghormatan terhadap tanah kelahiran
sekaligus upaya memperkenalkan budaya NTT ke ruang yang lebih luas melalui
pendekatan kreatif anak muda.
Seiring waktu, jaringan RF terus meluas. Anggotanya kini tidak
hanya berasal dari Kota Ende, tetapi juga tersebar di berbagai kota
seperti Maumere, Bajawa, Kupang, Surabaya, Jember, Yogyakarta, Bandung,
Semarang hingga Jakarta, namun mayoritas tetap membawa identitas sebagai anak
Perumnas dan anak Ende di mana pun mereka berada.
Perjalanan RF dimulai dari rekaman demo sederhana yang dibuat
secara independen. Meskipun banyak karya awal tidak dipublikasikan secara luas
karena mengandung konten eksplisit, semangat berkarya tetap hidup melalui
penampilan panggung. Dari event pensi sekolah, panggung Agustusan, hingga
berbagai acara besar di dalam maupun luar Kota Ende, RF terus membangun nama
mereka secara independen dan konsisten.
Di era ketika Hip-Hop masih menjadi warna baru di Ende sekitar
tahun 2010-an, RF hadir sebagai pelopor yang membuka jalan bagi tumbuhnya scene
Rap dan Hip-Hop di daerah. Hingga saat ini, meskipun telah tampil di berbagai
panggung besar di Flores dan luar daerah, RF tetap menjaga akar mereka dengan
tetap aktif di scene underground dan dekat dengan komunitas lokal.
Rapper Family bukan sekadar komunitas. RF adalah gerakan,
keluarga, ruang kreativitas, sekaligus representasi suara jalanan yang terus
berkembang tanpa batas, sambil tetap membawa identitas budaya Flores dan NTT ke
dalam setiap langkah perjalanan mereka.
Di Balik Masker Gas: Mengapa Kami Memilih Bertahan dan Melawan
Banyak yang bertanya, mengapa Rapper Family menggunakan ikon yang
lekat dengan nuansa taktis dan topeng pelindung? Bagi sebagian orang, gas mask
atau masker gas mungkin hanya sekadar estetika hardcore jalanan. Namun bagi
kami, ikon ini adalah sebuah manifesto, sebuah komitmen visual tentang cara
kami memandang skena dan bertahan hidup.
Ini adalah lambang "Keluarga di Medan Tempur."
Dunia musik independen terutama ketika kita berbicara tentang
pergerakan akar rumput di daerah adalah medan yang penuh tantangan. Kami saban
hari berhadapan dengan "polusi" industri yang sering kali mencekik
kreativitas: mulai dari minimnya apresiasi, realitas pahit finansial musisi
lokal, hingga mentalitas meremehkan karya lewat budaya "harga teman"
yang merusak ekosistem.
Di sinilah fungsi masker gas itu bekerja secara filosofis. Ia
adalah filter kami. Sebuah alat pertahanan bersama untuk menyaring propaganda,
menolak tunduk pada eksploitasi, dan menjaga agar idealisme hip-hop yang kami
bawa tetap murni. Melalui ikon ini, kami juga menanggalkan ego individu. Di
balik masker itu, tidak ada satu orang yang lebih menonjol; yang ada hanyalah
satu suara kolektif, satu keluarga yang bergerak bersama atas nama komunitas.
Masker gas adalah simbol survival (daya tahan). Melalui artikel-artikel
yang kami bagikan dan panggung-panggung yang kami bakar dari Ende hingga ke
berbagai penjuru, kami ingin menegaskan satu hal: apa pun kesulitan dan
"polusi" yang ada di luar sana, Rapper Family akan terus bernapas,
terus menginspirasi, dan menolak untuk tercekik oleh keadaan.
Kami memakai masker ini bukan untuk bersembunyi dari dunia,
melainkan untuk bersiap menghadapi dan menaklukkannya. Street vibes take over!